Cerita…!!!

Cinta yang berharap atas sesuatu bukanlah cinta”

Di mana logika ketika Cinta Berbicara? Kenapa seseorang rela meletakkan atribut apapun demi cinta; seorang raja rela berlaku bak sahaya saja; merengek dan meminta-minta untuk dicinta.

Cinta buta membuat akal tak berfatwa kata para pujangga. Cinta memang memiliki kedahsyatan dan energinya sendiri. Anehnya cinta melampaui wilayah apapun; agama, suku, umur, jabatan dan lainnya. Bahkan cinta oleh para pengagumnya melebihi agama itu sendiri.

Rasulullah SAW sendiri mengatakan bahwa dengan cinta yang tulus seseorang dapat melakukan pekerjaan yang sangat luar biasa. Dengan berbekal cinta orang bisa memindahkan gunung sekalipn.

Apaka itu benar-benar terjadi? Tentu saja sulit dijelaskan. Karena cinta itu berada pada ranah dan dimensi perasaan. Untuk bisa mengerti dan memahami cinta, seseorang harus menjalaninya. HArus mengalaminya. Jadi, pendeknya cinta itu bukanlah hal yang bersifat teoritis.

Meski orang mendefenisikan cinta sebagai kondisi saling berbagi dan saling peduli, tapi dalam prakteknya seperti apa, orang itu harus mengalami. Orang harus jatuh cinta.

Gede Prama mengistilahkan bahwa kepercayaan kepada cinta itu sama dengan kepercayaan kepada keajaiban. Bila kita mempercayai cinta, kita sesungguhnya mempercayai keajaiban; Believe in love, believe in miracle.

Tapi, menurut Dr. Jalaluddin RAkhmat cinta sejati itu lahir bukan karena alasan karena dan mengapa. Cinta sejati adalah datang dari ketertarikan alamiah tanpa memikirkan sebab dan akibat. Cinta yang datang karena pertimbangan karena dan mengapa itu sesungguhnya bukan cinta. Dan, Cintas itu lebih banyak member ketimbang mengharap.

Jadi, cinta yang sejati itu adalah cinta yang memberi dan tak pernah berharap. Cinta yang lahir bukan karena pertimbangan akal; yakni untung rugi dalam relasi sebab akibat.

Dante, sastrawan Italia bahwa cinta itu merupakan perpaduan yang harmonis dan apik Yakni perpaduan antara hasrat yang kuat dan kerja keras.

Jadi berbicara cinta adalah berbicara tentang sebuah kekuatan yang maha dahsyat yang dapat melahirkan keajaiban dan ledakan bila cinta itu benar-benar dibina dan dibimbing secara benar.

Bahwa cinta yang datang dari ketertarikan lahiriah, seperti kecantikan, ketampanan, kekayaan sesungguhnya bukanlah cina yang sejati. Bahwa sesungguhnya tidak ada cinta bila ego masih berkuasa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d bloggers like this: